Thursday, October 20, 2011

Wednesday, October 5, 2011

titik bundar.

Dingin. Dalam kemarau aku kedinginan.
Sunyi. Dalam keramaian aku sepi.
Tiada kata tiada bicara,
Hanya terkumpul di benak, tersimpan di dasar hati,
Tersulam dan tergumpal menjadi suatu titik bundar.

Menongkah arus ini sendiri, bak dedaun gugur dibawa angin lalu, jatuh ke air, membiar tampang tubuhku terapung, mengalah pada lajunya aliran.

Mungkin separuh hatiku bukan di sini, telah lama terbawa pergi. Namun, kupaksakan separuh lagi hati meredhai dan mengerti,
hidup ini hanya untuk Ilahi

Andai benar sunyi, andai benar sepi,
kukuatkan hati adanya Dia di sisi.

[Amirah Abdul Wahab, 01 October 2011]