Remember this. And I will live.
I hope someday you'll find all my quotes, all my words and read them all. I hope you'll know that they're all about you.
Thursday, October 20, 2011
Wednesday, October 5, 2011
titik bundar.
Dingin. Dalam kemarau aku kedinginan.
Sunyi. Dalam keramaian aku sepi.
Tiada kata tiada bicara,
Hanya terkumpul di benak, tersimpan di dasar hati,
Tersulam dan tergumpal menjadi suatu titik bundar.
Menongkah arus ini sendiri, bak dedaun gugur dibawa angin lalu, jatuh ke air, membiar tampang tubuhku terapung, mengalah pada lajunya aliran.
Mungkin separuh hatiku bukan di sini, telah lama terbawa pergi. Namun, kupaksakan separuh lagi hati meredhai dan mengerti,
hidup ini hanya untuk Ilahi
Andai benar sunyi, andai benar sepi,
kukuatkan hati adanya Dia di sisi.
[Amirah Abdul Wahab, 01 October 2011]
Sunyi. Dalam keramaian aku sepi.
Tiada kata tiada bicara,
Hanya terkumpul di benak, tersimpan di dasar hati,
Tersulam dan tergumpal menjadi suatu titik bundar.
Menongkah arus ini sendiri, bak dedaun gugur dibawa angin lalu, jatuh ke air, membiar tampang tubuhku terapung, mengalah pada lajunya aliran.
Mungkin separuh hatiku bukan di sini, telah lama terbawa pergi. Namun, kupaksakan separuh lagi hati meredhai dan mengerti,
hidup ini hanya untuk Ilahi
Andai benar sunyi, andai benar sepi,
kukuatkan hati adanya Dia di sisi.
[Amirah Abdul Wahab, 01 October 2011]
Subscribe to:
Comments (Atom)
