Tuesday, August 9, 2011

miqael & izzah.

Miqael:
Engkaukah yang dulu mengikat kemas mimpi aku tiap kali ia terbang? Engkaukah yang kala itu bersepatu putih menadah awan setia bersama sewaktu kecil? Dan lewat aku kembali dari seberang mengejar mimpi yang kau sering tambatkan padaku, mengapa kutemu matamu yang redup dengan luka? Engkaukah itu yang memintal kenangan menanti seorang Iqbal?


Izzah:
Miqael, aku tak minta hatiku dicanting oleh sesiapa, tapi aku juga tak mampu menghalang sesiapa daripada melakar coraknya padaku. Iqbal itu hadir perlahan, saat hati seorang Izzah ini merusuh, hati yang belum kenal kasih hakiki. Kau juga seorang Miqael yang ironis - doktor muda kesayangan membalut hati sang pesakit, tapi hatimu sendiri berabad kau sembunyikan dari aku.

No comments:

Post a Comment